![]() |
| Foto Ilustrasi |
Tradisi Muludan di Cirebon adalah perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang lahir pada abad ke-15 di masa Sunan Gunung Jati sebagai media dakwah Islam yang memadukan syiar agama dan kearifan lokal.
Asal-Usul dan Perkembangan
- Masa Sunan Gunung Jati: Tradisi ini diciptakan para wali di keraton Cirebon (Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan) untuk menyebarkan ajaran Islam secara lembut dan menarik simpati masyarakat.
- Pusat Perayaan: Kegiatan ini biasanya dipusatkan di lingkungan keraton serta Alun-alun Sangkala Buana dan berlangsung selama sebulan penuh.
- Pasar Malam: Sejak ratusan tahun lalu, perayaan Muludan juga diramaikan dengan pasar rakyat atau pasar malam yang mendatangkan banyak pedagang dan pengunjung dari berbagai daerah.
Puncak Acara: Panjang Jimat
- Pelal Agung: Puncak peringatan Muludan ditandai dengan upacara sakral bernama Panjang Jimat atau Pelal yang digelar pada tanggal 12 Rabiul Awal.
- Makna Prosesi: Acara ini berupa iring-iringan membawa benda pusaka dan piring antik berisi nasi tumpeng serta makanan simbolis menuju Langgar Agung.
- Simbol Kehidupan: Iring-iringan ini diiringi lantunan shalawat sebagai bentuk rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW dan pengingat perjalanan hidup manusia.
.jpg)
Post a Comment for "Tradisi Muludan di Cirebon"